- This event has passed.
Counseling for the Sacraments of Marriage and Baptism
February 27 @ 5:00 pm – 8:00 pm



Hari Jumat, 27 Februari 2026, bukan sekadar tanggal di kalender. Itu adalah hari yang telah ditandai di dalam roh. Surga sedang memperhatikan. Tuhan sedang memanggil. Dan setiap jiwa yang datang untuk konseling sakramen pernikahan dan sakramen baptisan di Gereja Bethany Indonesia Bowombaru, di tanah Bowombaru, tidak datang karena kebetulan—mereka datang karena panggilan ilahi.
Tuhan berkata: ini bukan tentang tradisi, ini tentang transformasi. Banyak orang datang dengan tubuh, tetapi Tuhan mencari hati. Banyak orang datang untuk menjalani proses, tetapi Tuhan mencari pertobatan yang sejati. Karena sakramen bukan simbol kosong—sakramen adalah perjanjian yang mengikat jiwa manusia dengan kekekalan.
Kepada mereka yang akan menerima sakramen pernikahan, dengarlah suara Tuhan. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua tubuh, tetapi penyatuan dua takdir. Tuhan tidak mempersatukan kalian untuk sekadar hidup bersama—Tuhan mempersatukan kalian untuk berperang bersama, membangun mezbah bersama, dan melahirkan generasi yang takut akan Tuhan.
Jika fondasimu adalah emosi, rumah itu akan runtuh. Jika fondasimu adalah materi, rumah itu akan hancur. Tetapi jika fondasimu adalah Tuhan, tidak ada badai neraka yang mampu merobohkannya. Karena apa yang dipersatukan Tuhan, tidak ada manusia, tidak ada iblis, dan tidak ada keadaan yang dapat memisahkannya.
Dan kepada mereka yang akan menerima sakramen baptisan, ini adalah garis pemisah antara hidup lama dan hidup baru. Baptisan bukan sekadar air yang menyentuh tubuhmu. Baptisan adalah kematian manusia lamamu. Baptisan adalah penguburan masa lalumu. Baptisan adalah deklarasi bahwa kamu bukan lagi milik dunia—kamu milik Kristus.
Jangan datang ke baptisan dengan hati yang setengah. Tuhan tidak menerima komitmen yang setengah. Tuhan tidak mencari pengikut yang nyaman—Tuhan mencari murid yang radikal. Karena setiap orang yang masuk ke dalam air baptisan, keluar sebagai prajurit rohani yang baru.
Tuhan berkata: tinggalkan dosa yang selama ini kamu pelihara. Tinggalkan kompromi yang selama ini kamu sembunyikan. Tinggalkan kehidupan lama yang selama ini mengikatmu. Karena kamu tidak bisa membawa masa lalu yang gelap ke dalam masa depan yang kudus.
Hari itu, Surga akan mencatat keputusanmu. Malaikat akan menjadi saksi. Roh Kudus akan memeteraikan. Dan neraka akan gemetar, karena satu jiwa yang memutuskan untuk hidup bagi Tuhan adalah kekalahan bagi kerajaan kegelapan.
Jangan menganggap ini sebagai acara gereja biasa. Ini adalah momen penentuan. Ini adalah momen pemisahan. Ini adalah momen di mana Tuhan memanggil umat-Nya keluar dari kehidupan yang biasa, masuk ke dalam kehidupan yang kudus dan berotoritas.
Ada keluarga yang akan dipulihkan. Ada kutuk yang akan dipatahkan. Ada identitas yang akan dipulihkan. Karena ketika seseorang membuat perjanjian dengan Tuhan, Tuhan sendiri yang akan menjaga, melindungi, dan menegakkan perjanjian itu.
Tuhan sedang membangkitkan suami yang akan menjadi imam bagi keluarganya. Tuhan sedang membangkitkan istri yang akan menjadi penjaga api rohani di rumahnya. Tuhan sedang membangkitkan orang-orang percaya yang tidak lagi hidup dalam kompromi, tetapi hidup dalam kuasa dan kekudusan.
Dan pada hari itu, tidak ada yang akan pulang sama. Mereka yang datang dengan keraguan akan pulang dengan keyakinan. Mereka yang datang dengan masa lalu akan pulang dengan masa depan. Mereka yang datang sebagai manusia biasa akan pulang sebagai manusia yang ditandai oleh tangan Tuhan. Karena ketika Tuhan memanggil, itu bukan undangan biasa—itu adalah panggilan menuju takdir.

