- This event has passed.
Worship service for the implementation of the Sacraments of Marriage and Baptism
March 1 @ 9:00 am – 2:00 pm



Hari Minggu, 27 Februari 2026, adalah hari yang telah ditetapkan Tuhan sebagai momentum kudus. Ini bukan sekadar seremoni gerejawi, tetapi hari peneguhan perjanjian di hadapan Surga. Di Gereja Bethany Indonesia Bowombaru, Tuhan akan menyaksikan janji-janji yang diucapkan bukan hanya dengan kata-kata, tetapi dengan iman dan komitmen yang tak tergoyahkan.
Sakramen pernikahan yang dilaksanakan pada hari itu adalah deklarasi ilahi bahwa dua pribadi dipersatukan dalam satu visi Kerajaan Allah. Pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi tentang panggilan. Bukan hanya tentang kebahagiaan, tetapi tentang tanggung jawab rohani untuk membangun mezbah Tuhan dalam keluarga.
Kami berdiri tegas bahwa pernikahan adalah perjanjian kudus, bukan kontrak sementara. Apa yang dipersatukan Tuhan tidak boleh dipermainkan oleh ego, keadaan, atau tekanan dunia. Tuhan memanggil pasangan-pasangan untuk menjadi gambaran kasih Kristus yang setia, kokoh, dan penuh pengorbanan.
Secara profetik kami menyatakan: setiap pasangan yang diteguhkan akan menjadi keluarga yang kuat, rumah doa yang hidup, dan terang bagi generasi berikutnya. Tidak ada badai yang akan mengguncang fondasi yang dibangun di atas Kristus. Dari altar pernikahan itu akan lahir kesaksian tentang kesetiaan Tuhan.
Pada hari yang sama, sakramen baptisan akan dilaksanakan di Sungai Pampini. Di sana, air akan menjadi saksi keputusan yang radikal. Baptisan bukan tradisi—baptisan adalah garis batas antara hidup lama dan hidup baru. Itu adalah deklarasi bahwa seseorang telah mati bagi dosa dan bangkit bersama Kristus.
Air sungai itu bukan sekadar aliran alam, tetapi akan menjadi tempat perjumpaan ilahi. Ketika seseorang turun ke dalam air, ia menguburkan masa lalunya. Ketika ia bangkit dari air, ia berdiri sebagai ciptaan baru yang telah dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Kami menegaskan bahwa baptisan adalah komitmen total. Tuhan tidak mencari pengikut yang setengah hati. Tuhan memanggil mereka yang berani meninggalkan kompromi, memutuskan ikatan dosa, dan berjalan dalam kekudusan. Hari itu adalah hari keberanian rohani.
Secara profetik kami menyatakan: setiap jiwa yang dibaptis akan mengalami pembaruan, pemulihan, dan kuasa yang baru. Belenggu lama akan dipatahkan. Identitas ilahi akan dipulihkan. Langkah-langkah mereka akan diarahkan oleh tangan Tuhan sendiri.
Pernikahan di altar dan baptisan di sungai adalah dua simbol besar dari perjanjian—perjanjian antara manusia dengan pasangannya, dan perjanjian antara manusia dengan Tuhannya. Keduanya berbicara tentang kesetiaan, pengorbanan, dan komitmen yang tidak bisa ditarik kembali.
Tuhan sedang membangun generasi yang berani berkata “ya” tanpa ragu. Ya untuk kesetiaan dalam pernikahan. Ya untuk hidup baru dalam baptisan. Ya untuk panggilan yang lebih tinggi dari sekadar hidup biasa.
Hari itu bukan hari yang biasa. Itu adalah hari pemisahan, hari peneguhan, hari pengutusan. Surga akan bersukacita, dan bumi akan menjadi saksi bahwa Tuhan masih bekerja, mempersatukan, dan memulihkan umat-Nya.
Dan kami percaya, dari altar di gereja hingga aliran sungai, Tuhan sedang menulis kisah baru. Kisah tentang keluarga yang dipulihkan, jiwa-jiwa yang dibangkitkan, dan kehidupan yang berjalan dalam kuasa serta kemuliaan-Nya.

